23 Desember 2011

pilih mana?

berhubung gw sering naik taksi dengan berbagai pilihan jalur, gw menemukan suatu pola.

untuk mencapai tujuan yang sama, let say, dari perapatan ABC menuju rumah gw, ada dua jalur yang bisa ditempuh, jalur lewat tol dan jalur ga lewat tol. jalur ga lewat tol biasanya muter2, jalannya bolong2, dan berasanya lamaaa banget sampe kadang2 gw mikir, "ini udah nyampe mana sih? oh baru di sini", sedangkan kalau jalur tol, cukup, lurus aja dan terasa lebih cepat. tapi ketika mau bayar taksi, qo harganya beda ya? bisa beda 5 ribu sampe 10 ribu lebih mahal yang lewat tol, belum termasuk ongkos tol.



kenapa bisa begini ya? apa karena argo taksi berputar lebih cepat ketika ada di tol? mungkin itu salah satunya.

tapi kalau dikaitkan dengan kehidupan, kadang jalan yang ditempuh orang beda2 dalam mencapai tujuan yang sama. ada yang harus lewat jalan yang berkelok2 dan penuh perjuangan, ada juga yang keliatannya lurus2 aja, tapi endingnya mirip2 sih, tapi kualitas yang dihasilkan dari tiap jalan dan ongkos yang harus dibayar dari masing2 langkah yang diambil juga beda2.

makna yang lain adalah, terkadang kita mengeluh dan malas untuk melalui jalan yang sulit, padahal itu cara cepat untuk membentuk diri kita untuk menjadi orang yang pantas mendapatkan tujuan akhir kita. seperti ketika kuliah, berusaha mendapatkan nilai bagus dan tetap ikut organisasi sana sini (pada saat yang bersamaan) mungkin ga mudah, lebih mudah memilih salah satunya aja. padahal kedua hal itu kalau dikombinasikan bakalan jadi nilai tambah buat diri kita. tujuannya sih sama2 lulus. tapi lulus hanya tujuan sementara, tujuan sebenarnya adalah bersaing di dunia kerja, dan orang yang susah payah menggenjot diri itulah yang nantinya akan lebih cepat sampai tujuan daripada yang memilih santai2 aja. itu menurut gw loh ya, blum pasti bener juga, klo kata anak gaul ya CMIIW... begitu.

gw jadi inget notes temen gw di facebook:

"Kadang kita meminta pada Allah setangkai bunga yang indah,
tetapi Allah beri kaktus yang berduri,
kita minta kupu-kupu tapi diberi ulat,
kita pun sedih dan kecewa,
namun kemudian kaktus itu berbunga indah
dan ulat itupun jadi kupu-kupu yang cantik,
itulah jalan Allah, indah pada waktunya..
Allah tidak selalu memberi apa yang kita harapkan..
tapi Allah memberi apa yang kita butuhkan..
kadang sedih, kecewa..
Tapi jauh di atas segalanya Allah sedang merajut yang terbaik dalam hidup kita.."

kualitas orang beda2 sih, untuk mencapai tujuan yang sama, kadang ada orang yang harus melewati 5 tahap dan ada juga yang cukup melewati 2 tahap aja. gw ga bisa bilang yang mana yang lebih baik sih, cuma yang lebih enak sih yang 2 tahap aja.

Alhamdulillah dalam beberapa hal gw cukup melewati 3-4 tahap aja, ga nyampe lima tahap ato lebih dan gw menikmati semua tahapan yang gw lalui.

Thanks God.

I love You a lot.

19 Desember 2011

Denial

pernah ga lu tergila-gila dengan seseorang sampai ga peduli seberapapun orang itu nyuekin lu, tapi lu tetap menggilainya?

jika jawaban lu adalah iya, berarti lu sedang berhadapan dengan fase denial alias pengingkaran. pengingkaran yang dimaksud di sini adalah pengingkaran terhadap hati kecil lu yang sedang mengatakan ini semua ga wajar, terhadap logika yang sedang berteriak "ga masuk akal woy!"



setiap orang pernah merasakan hal ini, bukan cuma dalam hal percintaan saja, bisa juga dalam kehidupan sehari2 lainnya. misalnya, dulu gw deny the fact bahwa dunia sedang mengalami ancaman global warming. bagi gw itu cuma alat yang digunakan sebagian orang untuk menjual dagangannya melalui produk2 berlabel go green, alat buat negara besar untuk melakukan pembenaran melalui perdagangan karbon, dan sebagainya. tapi seiring dengan musim hujan dan kemarau yang semakin tidak jelas di Indonesia, gw baru mulai menyadari, ancaman itu beneran ada. yap, gw terkadang harus liat bukti dulu sebelum bisa mempercayai sesuatu begitu saja. annoying bukan? haha..

sebulan belakangan gw habis melewati fase denial ini. gw ga akan bahas apa masalahnya, tapi lebih kepada proses denialnya itu sendiri. pada saat itu ego gw berkata, (misalnya) "wortel adalah buah". temen2 gw yang melihat kondisi gw kemudian simpatik dan dengan sabarnya mengatakan bahwa wortel itu adalah sayuran, buktinya wortel ada di dalam sop. tapi gw tetep ngeyel dan yakin bahwa suatu hari wortel akan diakui sebagai buah karena ada yang namanya jus wortel. seiring berjalannya waktu, argumen yang gw miliki semakin melemah, orang2 mulai memandang gw dengan prihatin, karena gw tenggelam dalam argumen gw yang ga jelas dasarnya. dan karena semakin lama gw dirundung kegalauan akan wortel, gw pun berdoa dan bertanya pada Tuhan. ya Tuhan, jika wortel itu adalah buah, maka buatlah dia ada di abang2 penjual jus sore ini, tapi jika tidak, maka aku akan menyerah dan menganggap wortel itu adalah sayuran. dan ternyata sore itu, ketika gw ke abang2 penjual jus, abangnya berkata "yah, wortelnya abis neng". mungkinkah ini jawaban?



yaah, mungkin analogi wortel gw kurang pas, tapi itulah yang gw rasakan, dan saat ini sedang mengukuhkan pendirian bahwa wortel adalah sayuran. mungkin sebaiknya next time gw pilih sesuatu yang lebih pasti aja, seperti buah apel, atau sayur bayam, biar ga perlu galau itu sayur ato buah.

lalu, kalau tomat..

sayur atau buah ya?